Kategori
Tidak Dikategorikan

dua palu pilu

Dua palu berpilu-pilu

Berpuluh-puluh cemara cendeki

Laut ombak tanpa dengki

Raut tombak telak memaki

 

Dua palu berpilu-pilu

Berpuluh-puluh tahun terdaki

Pinus pupus gapai kaki

Gabus gambus usang pakai

 

Dua palu berpilu-pilu

Berpuluh-puluh

Berbukit-bukit

Berakit-rakit

Capai hati

Kategori
Tidak Dikategorikan

cari

Aku pergi kucari dikau

Lembut berkelabut dalam esai

 

Aku pergi kucari dikau

Putih, hitam, mana kutahu

Abu ramal ia pink

Tapi ini tentang kau semerbak bunga

 

Aku pergi kucari dikau

Tereja dalam suara yang tak mampu dikeluarkan

Berlari di atas meja besi tanpa pintu

Menunggu palu terketuk

Padahal kau yang pantas mengetuk

 

Aku pergi kucari dikau

Hilang dalam kabut yang terbakar

Berusaha mencari ombak untuk berlayar

Berharap semua tersenyum sabar walau nanar

 

Aku pergi kucari dikau

Mata tertutup entah apa kau genggam

Sayang terlalu rapat kini kau dibuang

 

Aku kini tak pergi lantas enggan kucari dikau

Kategori
Tidak Dikategorikan

Tanah Pucat

Segunduk tanah pucat pasi tersipu dari kejauhan

Matanya bernanah merah mengalunkan kembang ketiadaan

Matari dini hari menyemburkan raga dalam belati

Kupu dan kupu mengalunkan genderang terlampau pasi

Suratku untukmu, tanah yang terpijak

bagaimana genderang hari menyelimuti kabut dalam diam

dalam diam kebohongan nan rupawan lelaki paruh baya

suratku untukmu, tanah yang berdebu

bagaimana ombak laut mengasuh air dalam rasa

dalam rasa pilu segala hal yang tak pernah terjadi

suratku untukmu, tanah basah tadi hari

bagaimana semut mengayuh rumput dalam khayal

dalam khayalku yang tak peduli akan segala

suratku untukmu, tanah pucat

bagaimana kau bungkam dalam malam

dalam malam-malam saatku tak percaya

Kategori
Puisi

Pasir

Seseorang berkata dengan lantang, “aku ingin menjadi pasir”

Teman-temannya tertawa

Si dungu sedang bergurau kata mereka

Yah,

Setidaknya pasir menyebabkan mutiara kan?

Kategori
Puisi

pagi di ujung ladang saat kau menunggu senja

matahari memikat bukit menjadikannya silau dan semua suratmu yang tertelan dalam parau

serigala berhati iblis menjelma dekap hangat mencari-curi belati anak hujan

Ketika suatu hari di ujung senja saat matahari bersampul cokelat mengasah embunair pantai

menyantap kilau darah lugu dengan dekap dan nada

cerita tanpa henti tentang sekolah dan masa lampau

Kategori
Puisi

wacana

Wacana kaukan sajak

Lautan ombak berteriak ia asik

(a)      Lepas! Biarku lawan semua ia

Walau mata tahtaku terhempas tak berbinar

Ia abadi kau tak tahu

(b)      Tutup mulut kau pengabdi senja

Tanya bulan dan ombak terlintas pun tak

 (c)      Aku hidup, ini hidup

Tutup mulut kau penutup

Lepas lempar silah ambil berita

Kategori
Tidak Dikategorikan

P

P

papa

selamat datang di atas awan

di atas awan yang terkubur jauh disana

P

papa

selamat tidur di bawah lantai

di bawah lantai yang terbujur jauh disana

P

papa

selamat datang di tengah mimpi

di tengah mimpi yang tersandur jauh disana

Kategori
Tidak Dikategorikan

SAMAR SAMAR

samar samar terdengar bisikan seseorang tersenyum

matanya melukiskan cakrawala

setelah ia menoleh pada suatu saat

bisikan seseorang tersenyum samar samar terdengar

cakrawala melukiskan matanya

pada suatu saat setelah ia menoleh

seseorang tersenyum samar samar terdengar bisikan

melukiskan cakrawala matanya

menoleh pada suatu saat setelah ia

samar terdengar bisikan seseorang tersenyum samar

tak hambar walau samar

Kategori
Puisi Tidak Dikategorikan

Mutlak

Dikatakannya hanya ia benar

Mengecoh seolahku kan peduli

Bagai bayi bermain kubik memakai topeng kedua sisi

Semua masih manusia lalu kenapa?

Teman lalu kawan lalu kawan lalu teman bukan urusanku

Teman lalu kawan lalu kawan lalu teman apa urusanmu

Dengan cepatnya menyebar gosip wajahnya tersenyum

Legal bullying seolah-olah

Manusia dan iblis, Einstein dan Tesla pun tak tahu bedanya

Para binatang yang ditunjuk dan disayang bahkan menggaruk otak seakan berkata

Bagaimana mungkin?

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai