aku terduduk takjub menatap ngeri angin malam
mencium ombak dasar pulau
yang berselancar atas ekor-ekor kerang
aku bertapa menyisir dikau atlantik gurau
mengalun sajak parau kemarin lampau
yang tersemat dalam sumpit capit rakit
aku berbaris berdiri mengiris pati
mematahkan hati yang tak lama berlabuh
yang rindu akan aku dan suatu sabtu
aku meletup-letup tak tahu kuncup
memaafkan hati egois tanpa tangis
yang aku dan aku mengerti tentangku
